Bayi Prematur
Latar Belakang
Angka kematian bayi, khususnya neonatus yang merupakan indikator status kesehatan, saat ini di Indonesia masih tinggi apabila dibandingkan dengan Negara – Negara lain di ASEAN, sehingga upaya meningkatkan kesehatan bayi baru lahir harus terus dilaksanakan. Menurut survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2002 – 2003, angka kematian bayi sebesar 35/1000 kelahiran hidup dan angka kematian neonatus sebesar 20/1000 kelahiran hidup.
Sebagian besar angka kematian neonatus terjadi pada minggu pertama kehidupan dengan penyebab terbesar di Indonesia adalah berat badan lahir rendah / premature (29%), aspiksia (27%), tetanus neonatorum (10%), masalah gangguan pemberian asi (9.5%), masalah hematologi (5.6%) dan infeksi (5.4%)
Premature adalah bayi yang lahir hidup sebelum usia kehamilan kurang dari 37 minggu ( dihitung dari hari pertama haid terakhir ) dan sebagian besar bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Oleh karena itu penentuan usia kehamilan sangat penting karena angka kematian dan angka kesakitan akan menurun seiring dengan meningkatnya usia kehamilan dimana terjadi juga kematuran organ – organ sebagai dasar proses adaptasi ekstrauterine. Hal – hal yang menjadi penyebab bayi premature diantaranya karena faktor ibu, faktor janin, faktor plasenta dan beberapa faktor yang tidak diketahui penyebabnya.Bayi premature pada umumnya relatif kurang mampu untuk bertahan hidup karena struktur anatomi dan fisiologi dan fungsi biokimianya yang belum dapat berfungsi secara optimal sebagai contoh bayi sering mengalami hypotermi karena tidak mampu mengatur dan mempertahankan suhu normal dalam tubuhnya.
Definisi / pengertian
Premature adalah bayi yang lahir hidup sebelum usia kehamilan 37 minggu, dihitung dari hari pertama haid terakhir (WHO, Ilmu Kesehatan Anak edisi 15, 1999)
Premature adalah bayi yang lahir dengan masa kehamilan kurang dari 38 minggu (The American Academy of Pediatric)
Premature adalah bayi dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa memperhatikan berat badan lahir, sebagian besar bayi lahir dengan berat badan dibawah 2500 gram (Perawatan Bayi Resiko Tinggi, 2003)
Jadi premature adalah suatu keadaan dimana bayi lahir hidup dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dengan atau tanpa memperhatikan berat badan lahir
Etiologi / penyebab
Penyebab belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa factor yang dapat menjadi pencetus seperti kondisi social ekonomi yang rendah, ini berkaitan dengan ibu hamil yang kurang gizi, anemia dan penyakit infeksi pada ibu. Perawatan antenatal yang tidak adekuat, adiksi obat, komplikasi obstetric dan riwayat inefisiensi reproduksi ibu seperti infertilitas relative, aborsi, lahir mati, bayi premature, dan berat badan bayi rendah
Patofisiologi
Terdapat banyak penyebab gangguan pertumbuhan intrauterine yang berefek terhadap janin dengan gangguan yang berbeda – beda. Pada pertumbuhan intrauterine normal, pertambahan berat plasenta sejalan dengan pertambahan berat janin, tetapi walaupun untuk bayi besar memerlukan plasenta yang besar, tidak demikian sebaliknya. Namun demikian berat lahir memiliki hubungan yang berarti dengan berat plasenta. Berat lahir juga berhubungan sekali dengan luar permukaan villus plasenta.
Selama embryogenesis status gizi ibu memiliki efek kecil terhdap pertumbuhan bayi, hal itu terjadi karena kebanyakan wanita memiliki cukup banyak simpanan nutrisi untuk embrio yang tumbuh lambat. Meskipun demikian pada fase pertumbuhan trimester ketiga saat hypertropi seluler janin dimulai, kebutuhan nutrisi janin dapat melebihi persediaan ibu, jika masukkan nutrisi ibu kurang.
Klasifikasi Bayi premature (Bobak,2004)
a. Borderline Premature
Bayi lahir dibawah garis batas, yaitu dengan masa gestasi 37 minggu dengan berat badan 2500 – 3250 gram.
b. Moderate Premature
Bayi lahir dengan masa gestasi 31 – 36 minggu, dengan berat badan 1500 – 2500 gram. Presentasi hidup 6% - 7% dari kelahiran..
c. Extremely Premature
Bayi lahir dengan masa gestasi 24 – 30 minggu. Berat badan 550 – 1450 gram dengan presentasi hidup berkisar 0.8% dari kelahiran.
Manifestasi Klinis / tanda - tanda ;
a. Usia kehamilan sama atau kurang dari 37 minggu
b. Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram
c. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm
d. Lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm
e. Lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm
f. Panjang kuku belum melewati ujung jari
g. Batas dahi dan rambut kepala tidak jelas
h. Kulit tipis, transparan, rambut lanugo banyak, verniks caseosa ada atau sedikit, dan jaringan subkutis tipis atau kurang.
i. Tulang rawan daun telinga belum tumbuh sempurna pertumbuhannya, seolah – olah tidak teraba tulang rawan daun telinga
j. Tumit mengkilat dan telapak kaki halus
k. Tonus otot lemah, sehingga bayi kurang aktif
l. Fungsi saraf yang kurang matang mengakibatkan refleks hisap, refleks menelan masih lemah
m. Menangis tidak kuat
n. Jaringan kelenjar mamae masih kurang
o. Alat kelamin laki – laki tampak pigmentasi dan rugae pada skrotum kurang, testis belum turun ke dalam skrotum.
p. Alat kelamin wanita klitoris menonjol, labia minora belum tertutup oleh labia mayora.
Komplikasi
a. System pernafasan
Surfaktan yang belum terbentuk dapat menurunkan komplience paru. Alveoli belum sempurna sehingga sering terjadi apnoe
> Apnoe Recurent
Adalah periode tidak bernafas lebih dari 20 detik yang disertai dengan bradikardi dan sianosis. Hal ini timbul karena SSP dan paru belum matang
> Air leak syndrome
Bayi premature yang mendapat terapi oksigen dapat timbul komplikasi kebocoran udara, karena pemberian tekanan yang terlalu besar
> Broncho Pulmonary Displasia
Penyakit ini timbul sebagai komplikasi dari pemakaian oksigen yang terlalu lama
b. System cardiovaskuler
> Penutupan duktus botalli terhambat dapat dipengaruhi oleh input cairan yang berlebihan dan pemberian oksigen yang agresif
> Bayi mudah mengalami hypotensi karena adanya hypovolemik
c. Gastrointestinal
Pada bayi premature dapat terjadi tidak matangnya system / fungsi dari gastrointestinal, ditandai dengan refleks isap yang belum baik sampai usia 34 – 35 minggu. Pengosongan lambung dalam waktu yang lama, rendahnya absorpsi lemak, kurangnya motilitas, adanya trauma hypoksi iskemik pada saluran cerna dan kolonisasi bakteri pathogen yang berlebihan dalam lumen usus bisa menimbulkan resiko tinggi terjadinya NEC
d. System urogenitalis
Struktur ginjal bayi premature belum matang dan fungsi belum sempurna, terutama fungsi filtrasi masih rendah serta ketidakmampuan mengatur keseimbangan elektrolit, sehingga mudah mengalami keracunan obat dan menderi asidosis metabolic
e. Immunologi
Bayi premature sangat mudah mengalami infeksi, hali ini berhubungan dengan kedua immunoglobulin yang masih rendah, aktifitas bakterisidal, serta efek cytotoksik lymphocyte masih rendah
f. Metabolisme
Pada bayi premature bisa terjadi ikterus neonatorum, karena produksi enzim glucoronil transferase kedlam sel – sel hati belum sempurna. Disamping itu juga mudah mengalami hypoglikemi dan hypokalsemi dini, teritama jika bayi premature mengalami keracunan obat dan menderita asidosis metabolik
g. Hematologi
Anemi berhubungan dengan menurunnya eritrosit waktu lahir, sebagai akibat perdarahan pre dan post natal atau penyebab lainnya. Jika bayi premature menderita sepsis dapat timbul komplikasi DIC.
h. System neurologi
ü Perdarahan periventrikuler
Terjadi akibat rupture pembuluh darah subependimal / lapisan germinal pada bagian bawah kepala yang berasal dari nucleus caudatus di depan foramen monrow
ü Leucomasia periventrikuler
Adalah suatu lesi iskemik pada otak bayi premature hingga dapat menyebabkan terjadinya nekrosis koagulasi.
ü Aktifitas reflek batuk masih lemah
Bayi dapat tersedak dan selanjutnya dapat timbul aspirasi
ü Refleks primitive seperti menoleh, menghisap, dan menelan masih lemah, mengakibatkan bayi belum bisa menetek, sehingga pemberian makanan melalui sonde
i. System termoregulasi
Pusat termoregulasi belum sempurna karena lemak subkutan dan lemak coklat masih sedikit, sehingga mudah mengalami hypotermi dan hypertermi
j. System integument
Kulit bayi bayi premature sangat tipis, transparan terutama pada bayi dengan gestasi kurang dari 30 minggu, sehingga kehilangan IWL sangat tinggi
k. System optalmologis
Merupakan komplikasi pada bayi premature yang mengenai mata atau disebut juga dengan Retinopathy of Prematurity. Retina yang sedang berkembang sangat sensitive terhadap perubahan perfusi dan oksigenasi
Pemeriksaan Diagnostik
a. Laboratorium, dilakukan pemeriksaan :
ü Darah lengkap
ü Gula darah
ü Elektrolit
ü Analisa gas darah
ü CRP dan kultur darah
ü Billirubin total dan direct
b. Foto thoraks
c. USG kepala
d. Echo jantung bila perlu
Tata laksana sederhana
a. Pemeliharan suhu lingkungan yang netral
b. Pertahankan fungsi pernafasan
c. Pertahankan fungsi keseimbangan cairan dan elektrolit
d. Cegah terjadinya hypoglikemia
e. Berikan nutrisi yang adekuat
f. Minimalkan atau cegah dan atasi komplikasi
g. Minimal handling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar